dr. Yanuar Iman Santosa
Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. A.I. (K), MSi.Med
Spesialis THT-Bedah Kepala Leher · Subspesialis Alergi-Imunologi · Praktik di RS Columbia Asia Semarang
Bidang fokus klinis
Diagnosis
Rinitis Alergi & Sinusitis Kronis
Anamnesis terstruktur, endoskopi hidung, klasifikasi ARIA untuk kasus persisten.
Tes Alergi
Skin Prick Test & IgE Spesifik
Identifikasi alergen tropis Indonesia: tungau, bulu hewan, jamur, alergen spesifik daerah.
Terapi Definitif
Imunoterapi SCIT & SLIT
Program 3–5 tahun untuk desensitisasi alergen — solusi akar masalah, bukan sekadar gejala.
Tindakan Anatomis
FESS, Septoplasti, Turbinoplasti
Untuk kasus dengan obstruksi struktural yang menghambat efektivitas terapi medis.
Riwayat akademik
- I
Spesialis THT-Bedah Kepala Leher (Sp.T.H.T.B.K.L.)
Universitas Diponegoro, Semarang
- II
Subspesialis Alergi-Imunologi · Konsultan (Subsp. A.I. (K))
Kolegium THT-KL Indonesia · fokus rinitis alergi dan imunoterapi
- III
Magister Sains Medik (MSi.Med)
Riset alergen tropis Indonesia · Universitas Diponegoro
Cari akar masalah, bukan sekadar tahan gejala
"Setiap pasien rinitis alergi punya pemicu unik. Tugas saya membantu menemukannya — bukan sekadar meresepkan obat yang sama untuk semua orang."
— dr. Yanuar Iman Santosa, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp. A.I. (K)
- Diagnosis dulu, baru terapi. Skin prick test atau IgE spesifik penting agar penghindaran tepat sasaran.
- Strategi realistis. Tidak semua pasien butuh sprei anti-tungau Rp 2 juta. Solusi disesuaikan anggaran.
- Imunoterapi sebagai opsi sah. Untuk kasus persisten sedang-berat, ini satu-satunya terapi yang mengobati penyebab.
- Edukasi panjang. Pasien yang paham kondisinya, lebih konsisten dalam terapi jangka panjang.