Rinitis Non-Alergi dengan Eosinofilia (NARES): Hidung Tersumbat tanpa Alergi

Ketahui apa itu NARES, penyebab rinitis non-alergi dengan eosinofilia, gejala, cara diagnosis, dan penanganannya untuk hidung tersumbat kronik.

Diagnosis & TerapiDiterbitkan · Terakhir diperbarui rinitisrinitis non-alergieosinofiliahidung tersumbat

Apa Itu NARES?

Hidung Anda terus tersumbat dan mengeluarkan ingus jernih atau kental, serupa gejala alergi. Namun saat dokter melakukan tes alergi, hasilnya negatif. Jika ini yang Anda alami, Anda mungkin memiliki NARES—singkatan dari Non-Allergic Rhinitis with Eosinophilia Syndrome, atau dalam bahasa Indonesia: rinitis non-alergi dengan eosinofilia.

NARES adalah peradangan pada selaput hidung (mukosa) yang menyebabkan gejala mirip alergi, padahal pemicu utamanya bukan alergen (zat pemicu alergi). Yang membedakan NARES dari rinitis alergi biasa adalah adanya peningkatan jumlah sel eosinofil—sejenis sel darah putih—dalam cairan hidung Anda. Meskipun gejala terasa sama, mekanisme yang terjadi di dalam tubuh berbeda, sehingga penanganannya pun harus disesuaikan.

Tanda dan Gejala

Gejala NARES sangat mirip dengan rinitis alergi persisten, sehingga banyak pasien awalnya mengira mereka mengalami alergi:

  • Hidung tersumbat (kongestis)—terutama konsisten sepanjang hari atau berdurasi lama.
  • Ingus keluar dari hidung (rinore)—biasanya jernih atau agak kental.
  • Bersin-bersin—walau tidak sedahsyat rinitis alergi.
  • Post-nasal drip—ingus mengalir ke belakang tenggorokan, terutama saat berbaring, menyebabkan batuk malam atau suara serak.
  • Gatal atau tidak nyaman di hidung—namun biasanya kurang parah dibanding alergi.

Gejalanya bersifat kronis dan dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun jika tidak ditangani. Di iklim tropis Indonesia dengan kelembaban tinggi dan paparan polusi udara, gejala sering memburuk saat musim hujan atau di area dengan sirkulasi udara buruk (misalnya ruangan ber-AC berlebihan).

Penyebab dan Faktor Risiko

Berbeda dengan rinitis alergi yang jelas dipicu oleh alergen tertentu, penyebab NARES masih belum sepenuhnya dipahami (disebut idiopatik). Namun, beberapa faktor diduga berperan:

  • Reaksi hipersensitivitas non-alergi—tubuh bereaksi terhadap iritasi, perubahan suhu, atau bahan kimia tanpa melibatkan mekanisme alergi klasik.
  • Faktor lingkungan—polusi udara, asap rokok, bahan kimia rumah tangga, atau perubahan iklim yang drastis.
  • Infeksi berulang—riwayat pilek atau sinusitis yang sering dapat meninggalkan peradangan jangka panjang.
  • Sensitivitas terhadap aspirin atau obat antiinflamasi—pada beberapa pasien NARES, penggunaan obat jenis ini dapat memicu atau memperburuk gejala.
  • Faktor hormonal—perubahan hormon (terutama pada wanita) dapat mempengaruhi kerentanan.

NARES dapat terjadi pada segala usia, namun lebih sering ditemukan pada orang dewasa berusia 30-an hingga 50-an.

Cara Diagnosis

Diagnosis NARES memerlukan pendekatan teliti karena gejalanya sangat mirip rinitis alergi:

  • Wawancara medis—dokter menanyakan riwayat gejala, faktor pemicu, dan hasil tes alergi sebelumnya (jika ada).
  • Pemeriksaan fisik—dokter melihat ke dalam hidung menggunakan alat khusus (rhinoskopi).
  • Tes alergi (skin prick test atau tes darah IgE)—hasil negatif adalah petunjuk penting bahwa ini bukan alergi klasik.
  • Pemeriksaan eosinofil di sekresi hidung—ini adalah pemeriksaan kunci. Dokter mengambil sampel cairan atau lendir hidung dan melihat di bawah mikroskop. Jika ditemukan eosinofil dalam jumlah tinggi (>5–10% atau nilai absolut tertentu), diagnosis NARES semakin kuat.

Penanganan

Meskipun bukan alergi, penanganan NARES sama sekali tidak berarti tanpa harapan. Strategi umum meliputi:

  • Pembersihan hidung rutin—berkumur atau semprotan air garam steril membantu mengurangi sekresi dan menenangkan selaput hidung.
  • Kortikosteroid semprot hidung—obat ini mengurangi peradangan dan eosinofil lokal, sering menjadi andalan utama. Pelajari cara pakai kortikosteroid semprot hidung yang benar agar efektif.
  • Antihistamin—meskipun bukan alergi, antihistamin dapat membantu mengurangi beberapa gejala seperti bersin dan arus ingus.
  • Menghindari pemicu—identifikasi dan hindari faktor lingkungan atau zat yang memicu gejala (polusi, bahan kimia, perubahan suhu ekstrem).

Penanganan biasanya bersifat jangka panjang dan memerlukan konsistensi. Hasil tiap pasien berbeda; beberapa mengalami perbaikan signifikan dalam berminggu-minggu, sementara lainnya memerlukan waktu lebih lama.

Komplikasi dan Prognosis

Jika dibiarkan tanpa penanganan, NARES dapat berkembang menjadi:

  • Sinusitis kronis—peradangan berlanjut ke rongga sinus.
  • Polip hidung—pertumbuhan benign di dalam rongga hidung akibat peradangan bertahun-tahun.
  • Asma—beberapa pasien NARES mengalami komorbiditas rinitis alergi dengan asma atau kondisi pernapasan lain.
  • Gangguan tidur dan kualitas hidup—hidung tersumbat kronis mengganggu istirahat.

Dengan penanganan yang tepat, prognosis NARES umumnya baik. Gejala dapat dikontrol, kualitas hidup membaik, dan komplikasi dapat dicegah. Namun, ini adalah kondisi kronis yang memerlukan manajemen berkelanjutan; gejala dapat kembali jika pengobatan dihentikan terlalu cepat.

Kapan Harus ke Dokter

Segera konsultasi dokter THT-KL jika:

  • Hidung tersumbat berlangsung lebih dari dua minggu tanpa perbaikan.
  • Gejala mengganggu aktivitas sehari-hari, tidur, atau konsentrasi.
  • Muncul tanda sinusitis: nyeri wajah, demam, atau ingus berwarna kuning/hijau yang tebal.
  • Tes alergi negatif namun gejala tetap persisten.

FAQ

Apakah NARES sama dengan rinitis alergi?
Tidak. NARES dan rinitis alergi memiliki gejala yang mirip, namun pemicunya berbeda. Rinitis alergi dipicu oleh alergen (debu, serbuk bunga, bulu hewan), sementara NARES dipicu oleh faktor lain dan ditandai dengan peningkatan eosinofil. Tes alergi akan membantu membedakannya—positif untuk alergi, negatif untuk NARES.

Bisakah NARES disembuhkan selamanya?
NARES adalah kondisi kronis yang dapat dikontrol, namun tidak memiliki "penyembuhan permanen." Dengan penanganan yang konsisten, gejala dapat berkurang signifikan atau bahkan hilang. Namun, jika pengobatan dihentikan, gejala mungkin kembali. Tujuannya adalah mencapai kontrol gejala yang baik agar Anda dapat beraktivitas normal.

Apakah NARES dapat berubah menjadi asma?
NARES dan asma dapat terjadi bersamaan (komorbiditas), terutama jika peradangan tidak terkontrol. Ini bukan berarti NARES pasti akan menjadi asma, namun penanganan yang tepat pada NARES membantu mencegah perkembangan ke kondisi pernapasan yang lebih serius. Beri tahu dokter jika Anda mengalami sesak napas atau gejala asma.

Adakah cara mencegah NARES?
Karena penyebabnya belum sepenuhnya jelas, pencegahan sepenuhnya sulit dilakukan. Namun, Anda dapat mengurangi risiko dengan menghindari pemicu yang diketahui: hindari polusi berat, jangan merokok atau menghirup asap, gunakan humidifier atau dehumidifier sesuai kebutuhan iklim, dan jaga kebersihan hidung dengan pembersihan rutin menggunakan air garam.

Catatan medis. Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Konsultasikan kondisi Anda ke Spesialis THT-BKL atau Konsultan Alergi Imunologi untuk penilaian yang akurat.

Cek pilek Anda dalam 2 menit

Skrining berbasis SFAR + ARIA. Hasil + rekomendasi terapi langsung di layar.

Mulai Skrining Gratis →

Perlu pemeriksaan langsung?

Buat janji dengan Spesialis THT-BKL & Konsultan Alergi Imunologi di RS Columbia Asia Semarang.

Buat Janji via WhatsApp

Ingin Tahu Lebih Lanjut?