Imunoterapi Alergi untuk Rinitis: SCIT dan SLIT

Imunoterapi alergi untuk rinitis (SCIT dan SLIT) melatih sistem imun toleran alergen. Persiapan, tahapan, risiko, dan harapan realistis.

Diagnosis & TerapiDiterbitkan 27 September 2026imunoterapialergi rinitisSCITSLIT

Apa Itu Imunoterapi Alergi?

Imunoterapi alergi adalah penanganan yang melatih sistem imun tubuh untuk menerima dan toleran terhadap zat alergen (pemicu alergi) tanpa menimbulkan reaksi berlebihan. Berbeda dengan obat-obatan yang hanya meredakan gejala sesaat, imunoterapi bertujuan mengubah cara respons imun jangka panjang. Dengan paparan alergen terkontrol dalam dosis bertahap, sistem imun secara bertahap belajar tidak merespons alergen sebagai ancaman serius.

Untuk rinitis alergi persisten, imunoterapi dapat menjadi pilihan terutama pada kasus yang tidak terkontrol baik dengan obat-obatan rutin. Metode ini tersedia dalam dua bentuk: suntik di bawah kulit (SCIT) dan tablet atau tetes di bawah lidah (SLIT).

Untuk Siapa Imunoterapi Cocok?

Imunoterapi direkomendasikan bagi pasien yang memenuhi beberapa kriteria. Pertama, Anda sudah didiagnosis rinitis alergi dengan gejala sedang hingga berat yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Kedua, gejala belum terkontrol optimal meskipun telah mencoba antihistamin atau kortikosteroid semprot sesuai arahan dokter. Ketiga, alergen penyebab sudah diidentifikasi jelas melalui tes alergi. Keempat, Anda bersedia menjalani program jangka panjang (3–5 tahun) dengan komitmen kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan.

Persiapan Sebelum Memulai Imunoterapi

Beberapa tahap persiapan wajib dilakukan sebelum imunoterapi dimulai:

  • Tes alergi komprehensif untuk memastikan alergen spesifik yang menjadi pemicu
  • Konsultasi mendalam dengan dokter spesialis THT-KL, pemeriksaan fisik, dan evaluasi riwayat medis
  • Pemeriksaan fungsi paru dan jantung untuk memastikan kondisi kesehatan umum mendukung program
  • Diskusi transparansi tentang harapan, risiko, efek samping, dan komitmen waktu
  • Penyesuaian atau penghentian obat-obatan tertentu jika diperlukan, sesuai arahan dokter

Dua Metode Imunoterapi: SCIT dan SLIT

SCIT (subcutaneous immunotherapy) adalah imunoterapi melalui suntik di bawah kulit, biasanya di daerah lengan atas. Ekstrak alergen dalam dosis kecil disuntikkan secara berkala dengan interval mingguan hingga biweekly. Keuntungan SCIT adalah dosis dapat disesuaikan dengan presisi tinggi dan efektivitasnya telah didukung praktik klinis bertahun-tahun.

SLIT (sublingual immunotherapy) menggunakan tablet atau tetes cair yang diletakkan di bawah lidah, kemudian dibiarkan terserap. Metode ini lebih praktis karena dapat dilakukan di rumah setelah fase inisial di klinik. SLIT umumnya lebih nyaman bagi pasien yang khawatir dengan suntik dan terbukti aman untuk anak-anak.

Kedua metode memiliki tujuan identik: meningkatkan toleransi tubuh secara progresif. Pilihan antara SCIT atau SLIT ditentukan berdasarkan jenis alergen, preferensi pasien, dan rekomendasi dokter spesialis.

Tahapan Imunoterapi dalam Singkat

Imunoterapi terbagi dua fase utama. Fase build-up berlangsung sekitar 3–6 bulan, di mana dosis alergen dinaikkan secara bertahap dalam kunjungan mingguan atau biweekly hingga mencapai dosis pemeliharaan maksimal. Fase maintenance berlangsung 2–3 tahun atau lebih, dengan dosis stabil diberikan setiap 4–6 minggu sesuai jadwal dokter. Total durasi program biasanya 3–5 tahun. Evaluasi respons dan penyesuaian jadwal dilakukan secara berkala oleh dokter.

Risiko, Efek Samping, dan Pemulihan

Efek samping imunoterapi umumnya ringan dan bersifat lokal, seperti gatal, kemerahan, atau bengkak kecil di lokasi suntik (pada SCIT), atau gatal di area mulut (pada SLIT). Efek samping sistemik seperti bersin, hidung tersumbat, atau urtikaria ringan mungkin terjadi namun biasanya hilang dalam beberapa jam. Reaksi alergi berat sangat jarang dan jika terjadi akan ditangani segera oleh staf medis dengan peralatan dan obat darurat tersedia. Karena alasan keselamatan, pasien disarankan tetap di fasilitas kesehatan 15–30 menit setelah suntik SCIT untuk observasi.

Tidak ada waktu pemulihan khusus. Pasien dapat kembali beraktivitas normal segera sesudah prosedur selesai.

Alternatif Penanganan Rinitis Alergi

Jika imunoterapi tidak sesuai atau pasien memilih pendekatan lain, tersedia alternatif seperti antihistamin, kortikosteroid semprot hidung, atau kombinasi keduanya. Penghindaran alergen juga krusial—contohnya membersihkan atau mengganti filter AC secara rutin di musim hujan, mengurangi paparan debu rumah, atau menghindari kontak langsung dengan pemicu diketahui. Strategi optimal sering melibatkan kombinasi obat, penghindaran alergen, dan manajemen lingkungan yang disesuaikan dokter.

Kapan Konsultasi dengan Dokter Spesialis THT-KL?

Lakukan konsultasi jika gejala rinitis alergi Anda persisten dan mengganggu aktivitas harian meskipun telah minum obat sesuai resep, atau jika Anda ingin mengenal lebih jauh opsi imunoterapi. Selama menjalani program, kehadiran pada kunjungan terjadwal sangat penting untuk monitoring dan evaluasi respons tubuh terhadap imunoterapi. Jika muncul reaksi tidak terduga, keluhan baru, atau pertanyaan seputar efek samping, segera hubungi atau datang ke klinik dokter Anda.

FAQ

Berapa lama imunoterapi menunjukkan hasil yang terasa?
Beberapa pasien merasakan perbaikan gejala dalam 3–6 bulan pertama, namun hasil optimal biasanya terlihat setelah 1–2 tahun. Kecepatan respons berbeda-beda antar individu dan dipengaruhi jenis alergen serta karakteristik sistem imun masing-masing orang.

Apakah imunoterapi dapat menyembuhkan alergi selamanya?
Imunoterapi bukanlah penyembuhan dalam arti menghilangkan alergi sepenuhnya dari tubuh, melainkan melatih sistem imun menjadi toleran sehingga gejala berkurang drastis atau bahkan hilang. Sejumlah pasien mempertahankan keuntungan ini bertahun-tahun setelah program selesai, sementara pada sebagian lain gejala dapat kembali secara bertahap seiring waktu.

Apakah imunoterapi aman untuk anak-anak?
Ya, imunoterapi terutama SLIT terbukti aman dan dapat diberikan pada anak sesuai usia dan kondisi klinis yang memenuhi kriteria. Prosedur, monitoring, dan standar keselamatan untuk anak setara ketat dengan untuk pasien dewasa.

Bisakah imunoterapi dilakukan bersamaan dengan obat-obatan alergi lain?
Ya, dalam banyak kasus imunoterapi dapat dikombinasikan dengan antihistamin atau kortikosteroid semprot, khususnya pada fase awal. Dokter Anda akan memberikan arahan spesifik sesuai kondisi kesehatan dan respons awal Anda terhadap imunoterapi.

Catatan medis. Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Konsultasikan kondisi Anda ke Spesialis THT-BKL atau Konsultan Alergi Imunologi untuk penilaian yang akurat.

Cek pilek Anda dalam 2 menit

Skrining berbasis SFAR + ARIA. Hasil + rekomendasi terapi langsung di layar.

Mulai Skrining Gratis →

Perlu pemeriksaan langsung?

Buat janji dengan Spesialis THT-BKL & Konsultan Alergi Imunologi di RS Columbia Asia Semarang.

Buat Janji via WhatsApp

Ingin Tahu Lebih Lanjut?